١عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ
1[[78 ~ AN-NABA' (BERITA BESAR) Pendahuluan: Makkiyyah, 40 ayat ~ Dalam surat ini ditegaskan kebenaran hari kebangkitan dan mengecam orang-orang yang menyangsikannya. Lalu disebutkan beberapa bukti kemungkinan terjadinya dari berbagai fenomena kekuasaan Tuhan. Ditegaskanlah kepastian terjadinya hari kebangkitan itu dan disebutkan pula beberapa tanda-tandanya. Kemudian dibicarakan pula mengenai nasib orang-orang yang berbuat jahat dan orang-orang yang bertakwa. Surat ini kemudian ditutup dengan peringatan dan ancaman akan datangnya hari yang menakutkan ini.]] Tentang apakah orang-orang yang ingkar itu saling bertanya?
٢عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ
2Tentang berita besar. Berita tentang hari kebangkitan yang acapkali mereka perselisihkan--dari yang meragukan sampai yang mengingkari kebenarannya.
٣الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ
3Tentang berita besar. Berita tentang hari kebangkitan yang acapkali mereka perselisihkan--dari yang meragukan sampai yang mengingkari kebenarannya.
٤كَلَّا سَيَعْلَمُونَ
4Celakalah mereka dengan pertanyaan seperti ini! Kelak mereka akan mengetahui kebenarannya tatkala mereka saksikan sendiri hari kebangkitan itu benar-benar terjadi.
٥ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ
5Lalu celakalah mereka! Kelak mereka akan mengetahui tatkala ancaman itu mereka alami.
٦أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
6Bukankah mereka telah menyaksikan bukti-bukti kekuasaan Kami? Sesungguhnya Kami menjadikan bumi terhampar sehingga dapat didiami dan ditelusuri segala penjurunya.
٧وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
7Kami menjadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk menguatkan bumi. (1). (1) Lapisan padat kerak bumi dapat mencapai ketebalan sekitar 60 kilometer. Lapisan itu dapat meninggi, sehingga membentuk gunung-gunung, atau menurun menjadi dasar lautan dan samudera. Keadaan seperti ini menimbulkan keseimbangan akibat tekanan yang dihasilkan oleh gunung-gunung tersebut. Keseimbangan ini tidak mengalami kerusakan kecuali jika gunung-gunung tersebut musnah. Lapisan kerak bumi yang basah akan dikuatkan oleh gunung-gunung, persis seperti pasak menguatkan kemah (lihat tafsir ayat 7 surat Qâf).
٨وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا
8Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan.
٩وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
9Kami menjadikan tidur kalian untuk beristirahat dari keletihan berusaha(1). (1) Tidur adalah berhentinya atau berkurangnya kegiatan saraf otak manusia. Dari itulah, ketika tidur energi dan panas badan menurun. Pada waktu tidur, tubuh merasa tenang dan rileks setelah otot atau saraf atau dua-duanya letih bekerja. Semua kegiatan tubuh menurun di waktu tidur, kecuali proses metabolisme, aliran air seni dari ginjal dan keringat. Proses-proses tersebut, jika berhenti, justru akan membahayakan manusia. Sedangkan pernapasan agak berkurang intensitasnya, tapi lebih panjang dan lebih banyak keluar dari dada ketimbang dari perut. Jantung pun akan berdetak lebih lambat sehingga aliran darah menjadi lebih sedikit. Otot-otot yang kejang akan mengendur sehingga mengakibatkan kesulitan bagi seseorang yang tengah tidur untuk melakukan perlawanan. Semua hal itu menyebabkan tidur sebagai waktu istirahat yang paling baik bagi manusia, sebagaimana dikatakan ayat ini.
١٠وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا
10Kami menjadikan malam untuk menutupi kalian dengan kegelapannya.
١١وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا
11Kami menjadikan siang sebagai waktu berusaha agar kalian dapat memenuhi kebutuhan hidup yang kalian perlukan.
١٢وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
12Kami membangun di atas kalian tujuh langit yang kokoh dan mantap.
١٣وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا
13Kami menjadikan matahari yang bercahaya dan menghasilkan panas(1). (1) Maksud frase sirâjan wahhâjan ('pelita yang sangat terang') di sini adalah matahari. Sebagaimana dibuktikan oleh penemuan ilmiah, panas permukaan matahari mencapai 6. 000 derajat. Sedangkan panas pusat matahari mencapai 30 juta derajat disebabkan oleh materi-materi bertekanan tinggi yang ada pada matahari. Sinar matahari menghasilkan energi sebagai berikut: ultraviolet 9%, cahaya 46%, dan inframerah 45%. Dari itulah ayat suci ini menyebut matahari sebagai pelita (sirâj) karena mengandung cahaya dan panas secara bersamaan.
١٤وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا
14Dan Kami menurunkan dari awan--di saat hujan–air yang tercurah dengan deras(1). (1) Hujan adalah sumber air tawar satu-satunya bagi bumi. Sebenarnya, hujan merupakan hasil kumpulan uap-uap air lautan dan samudera yang membentuk awan dan kemudian berubah--setelah semakin membesar--menjadi tetesan-tetesan air atau salju atau kedua-duanya. Uap-uap air yang terkumpul tadi akan tercurah dalam bentuk hujan atau embun.
١٥لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا
15Agar, dengan air itu, Kami mengeluarkan biji-bijian serta tumbuh-tumbuhan sebagai bahan makanan untuk manusia dan hewan.
١٦وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا
16Juga kebun-kebun yang dipenuhi oleh pepohonan lebat yang dahan-dahannya saling berkelindan.
١٧إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا
17Sesungguhnya hari penentuan bagi semua makhluk adalah waktu yang telah ditetapkan untuk kebangkitan.
١٨يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا
18Pada hari ketika sangkakala ditiup sebagai pertanda hari kebangkitan. Ketika itulah kelompok demi kelompok berbondong-berbondong menuju padang mahsyar.
١٩وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا
19Langit pun terbelah dari segala arah membentuk pintu-pintu.
٢٠وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
20Dan gunung-gunung dijalankan setelah dicabut dan diporak-porandakan dari tempatnya. Kamu melihatnya sebagai gunung padahal ia telah menjadi kumpulan debu, persis seperti fatamorgana yang kamu sangka air padahal bukan.
٢١إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
21Sesungguhnya neraka jahanam merupakan tempat para penjaga neraka yang mengintai dan mengawasi para penghuninya.
٢٢لِلطَّاغِينَ مَآبًا
22Sebagai tempat kembali dan kediaman orang-orang yang melanggar batas-batas Allah.
٢٣لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا
23Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya.
٢٤لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا
24Mereka tidak merasakan udara segar untuk sekadar bernapas dari sengatan panas neraka. Mereka pun tidak mendapatkan minuman untuk melepaskan dahaga.
٢٥إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
25Akan tetapi mereka akan merasakan air mendidih yang sangat panas dan nanah-nanah yang mengalir dari kulit penghuni neraka.
٢٦جَزَاءً وِفَاقًا
26Itulah balasan setimpal dari perbuatan-perbuatan buruk mereka.
٢٧إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا
27Sesungguhnya dahulu mereka tidak memperkirakan datangnya saat perhitungan itu, sehingga mereka tidak berusaha menyelamatkan diri dari perhitungan.
٢٨وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا
28Mereka pun, sungguh, telah mendustakan ayat-ayat Allah yang membuktikan kebenaran hari kebangkitan yang dahsyat.
٢٩وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا
29Dan segala sesuatu Kami telah catat secara tertulis.
٣٠فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا
30Maka rasakanlah! Kalian tidak mendapatkan dari Kami kecuali semakin bertambahnya azab yang pedih.
٣١إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا
31Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Allah akan mendapatkan keselamatan dari siksa neraka dan masuk ke dalam surga,
٣٢حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا
32kebun-kebun yang dipenuhi buah-buahan dan anggur-anggur yang lezat,
٣٣وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا
33dan gadis-gadis montok serta dara-dara yang sebaya,
٣٤وَكَأْسًا دِهَاقًا
34dan gelas-gelas yang terisi dan sangat bersih.
٣٥لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا
35Di dalam surga, mereka tidak mendengarkan perkataan yang tidak berguna dan ucapan kotor.
٣٦جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا
36Sebagai balasan yang besar dari Tuhanmu, karena karunia dan kebaikan-Nya.
٣٧رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا
37Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang rahmat-Nya sangat luas, mencakup segala sesuatu. Tak seorang pun yang berhak mengajak-Nya berbicara.
٣٨يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
38Pada hari ketika Jibril dan para malaikat berbaris dengan khusyuk. Tak satu pun di antara mereka yang berbicara, kecuali malaikat yang dizinkan oleh Sang Maha Penyayang untuk berbicara secara benar.
٣٩ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ مَآبًا
39Itulah hari yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Maka barangsiapa yang berkehendak, niscaya ia akan menempuh jalan kembali yang mulia kepada Tuhannya dengan beriman dan melakukan amal saleh.
٤٠إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
40Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepada kalian mengenai siksa yang kedatangannya telah dekat. Pada hari itu setiap orang dapat melihat apa yang dilakukan oleh kedua tangannya. Dengan mengharap keselamatan, orang kafir akan berkata, "Alangkah baiknya jika, setelah kematianku, aku tetap menjadi tanah sehingga aku tidak dibangkitkan dan diminta pertanggungjawaban."